Pages

Senin, 01 April 2013

KTI Tuntas



BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
Tuhan menciptakan alam yang penuh dengan kekayaan. Apa yang kita butuhkan pasti tersedia di alam ini. Dari mulai kebutuhan sandang, pangan dan papan. Kebutuhan pangan yang sampai saat ini masih sangat dibutuhkan salah satunya yaitu kacang kedelai. Kacang kedelai sudah sejak lama digunakan sebagai bahan dasar dari berbagai olahan makanan yang lezat. Salah satu olahan makanan dari kacang kedelai yang paling terkenal dan terlezat adalah tempe. Tempe adalah salah satu hasil fermentasi dari kacang kedelai.
Tempe adalah makanan khas masyarakat Indonesia. Kata "tempe" diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno . Pada zaman Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Tempe segar yang juga berwarna putih terlihat memiliki kesamaan dengan makanan tumpi tersebut.
Tempe merupakan makanan yang sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia, tempe memiliki giziyangtinggi dan biasanya dijadikan lauk - pauk dalam keseharian mayarakat dan juga sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia) sehingga biasa disebut sebagai makanan semua umur.
Tetapi masih banyak masyarakat yang tidak mau mengkonsumsi tempe karena beranggapan tempe adalah makanan bagi golongan masyarakat menengah kebawah. Padahal  selain harganya lebih murah dibanding lauk - pauk lainnya, tempe juga memiliki kelebihan lain, yaitu cakupan gizi pada tempe yang tinggi, tetapi sayangnya banyak orang yang tidak tahu kandungan apa saja yang terdapat pada tempe dan juga apa manfaatnya bagi tubuh manusia, sehingga masyarakat menengah atas enggan untuk memakan tempe.
Berdasarkan uraian tersebut, kami tertarik untuk melakukan penelitian bahwa ada zat apa saja yang terkandung dalam makanan tradisional Indonesia ini. Dan dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi kepada masyarakat bahwa banyak sekali dampak positif dari zat-zat yang dihasilkan dari fermentasi kacang kedelai menjadi tempe. Maka kelompok kami tertarik melakukan penelitian dengan judul “Dampak Fermentasi Tempe terhadap Nilai Gizi yang terkandung didalamnya.”
1.2 Perumusan Masalah
a.       Bagaimanakah proses pembuatan tempe?
b.      Apakah ada kendala pada saat proses pembuatannya?
c.       Zat apa sajakah yang terkandung pada tempe?
1.3 Tujuan Penelitian
            Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
a.       Mengetahui cara pembuatan tempe dan bahan-bahan yang diperlukan.
b.      Permasalahan atau kesulitan yang dialami selama proses pembuatan tempe.
c.       Mengetahui kandungan zat apa saja yang ada didalam tempe tersebut dan apa saja manfaat dari zat tersebut.
d.      Dapat menemukan inovasi terbaru dari bahan dasar tempe.
1.4 Manfaat Penelitian
            Sesuai dengan latar belakang masalah dan tujuan penelitian maka diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat bahwa banyak zat dan vitamin yang terkandung dari makanan hasil fermentasi kedelai ini dan juga manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

BAB II
LANDASAN TEORITIS
2.1 Pengertian Tempe
Indonesia, siapa yang tidak mengenal negara yang kaya akan makanan khas-nya ini. Indonesia dari zaman dahulu memang terkenal dengan aneka makanan yang menggugah selera. Makanan khas yang sedari dulu tidak pernah hilang yaitu Tempe.
Tempe adalah makanan khas masyarakat Indonesia. Kata "tempe" diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Pada zaman Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Tempe segar yang juga berwarna putih terlihat memiliki kesamaan dengan makanan tumpi  tersebut.
Tempe merupakan makanan dari hasil fermentasi antara kedelai dengan jamur Rhizopus Oligosporus . Selain harga tempe yang murah, sepotong tempe mengandung berbagai unsure bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidzein, genisten serta memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti kadar vitamin B2, vitamin B12, niasin, dan asam pantorenat.
            Tempe merupakan makanan yang sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia, karena memiliki gizi yang tinggi dan biasanya dijadikan lauk - pauk dalam keseharian mayarakat dan juga sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia) sehingga biasa disebut sebagai makanan semua umur.




2.2  Khasiat dan Kandungan Tempe
AsamLemak
Selama proses fermentasi tempe, terdapat tendensi adanya peningkatan derajat ketidak jenuhan terhadap lemak. Dengan demikian, asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids, PUFA) meningkat jumlahnya.
Asam lemak tidak jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh.
Vitamin
Dua kelompok vitamin terdapat pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A, D, E, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asampantotenat, asamnikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin).
Vitamin B12 umumnya terdapat pada produk-produk hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian), namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati..
 Vitamin ini tidak diproduksi oleh kapang tempe, tetapi oleh bakteri kontaminan seperti Klebsiellapneumoniae dan Citrobacterfreundii.
Kadar vitamin B12 dalam tempe berkisar antara 1,5sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 seseorang per hari. Dengan adanya vitamin B12 pada tempe, para vegetarian tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12, sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya.


Mineral
Tempe mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral besi, tembaga, danzink berturut-turut adalah 9,39; 2,87; dan 8,05 mg setiap 100 g tempe.
Kapang tempe dapat menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium, danzink) menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh.

Antioksidan
Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dankarotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas.
Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitudaidzein, glisitein, dangenistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcusluteus dan Coreyne bacterium.
Penuaan (aging) dapat dihambat bila dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup. Karena tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, konsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini.
Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, AmerikaSerikat, menemukan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe dapat mencegah kanker prostat dan payudara.

a.       Protein yang terdapat dalam tempe sangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare.
b.      Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan sehingga menurunkan tekanan darah.
c.       Mengandung superoksida desmutase yang dapat mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung.
d.      Penanggulangan anemia. Anemia ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin karena kurang tersedianya zat besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), protein, asam folat dan vitamin B12, di mana unsur-unsur tersebut terkandung dalam tempe.
e.       Anti infeksi. Hasil survey menunjukkan bahwa tempe mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi oleh karang tempe (R. Oligosporus) merupakan antibiotika yang bermanfaat meminimalkan kejadian infeksi.
f.       Daya hipokolesterol. Kandungan asam lemak jenuh ganda pada tempe bersifat dapat menurunkan kadar kolesterol.
g.      Memiliki sifat anti oksidan, menolak kanker.
h.      Mencegah masalah gizi ganda (akibat kekurangan dan kelebihan gizi) beserta berbagai penyakit yang menyertainya, baik infeksi maupun degeneratif(aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker).
i.        Kandungan kalsiumnya yang tinggi, tempe dapat mencegah osteoporosis.
j.        Mencegah timbulnya hipertensi.
k.      k.Menghambat proses penuaan.



BAB III
METODE DAN TEKNIK PENELITIAN
Bab ini menggambarkan pengumpulan data penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Hal-hal yang dibahas dalam bab ini meliputi persiapan pengumpuan data, prosedur pengolahan data, pelaksanaan pengumpulan data dan data penelitian.
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
3.1.1 Waktu Penelitian
            Aktivitas yang dilakukan penulis secara keseluruhan kurang lebih tiga bulan. Mulai dari persiapan, penyusunan, dan konsultasi kepada pembimbing. Sejak bulan Januari 2013 sampai dengan bulan Maret 2013. Sedangkan penelitian dilakukan pada bulan Maret 2012.
3.2 Metode Penelitian
            Metode yang penulis lakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara penelitian bukan lapangan dalam penelitian bukan lapangan penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan atau yang sering disebut studi pustaka.Dengan maksud supaya data-data yang diperoleh diperkuat oleh bukti tertulis. Sehingga kredibel atau dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan analisis penelitian karya tulis ilmiah ini.
3.3 Teknik Pengolahan Data
            Teknik pengolahan data yang digunakan dapat mendukung dan menghasilkan data penelitian secara kualitatif. Untuk menunjang penelitian tersebut, penulis menggunakan teknik sebagai berikut 


3.3.1 Observasi
            Observasi adalah metode yang dilakukan untuk menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu maupun kelompok secara langsung dalam menghadapi suatu permasalahan. Bahkan menyelesaikan permasalahan tersebut.
PROSES PEMBUATAN TEMPE
A.     Persiapan alat dan bahan
Beberapa alat yang dibutuhkan dalam pembuatan tempe adalah sebagai berikut: kompor, panic, tampah, keranjang, ember, baskom, daun pisang atau plastik. Dan bahan yang digunakan yaitu: kedelai, ragi tempe, dan air.
B.   Cara membuat tempe
a.   Perebusan dan perendaman
Rebus kedelai hingga mendidih. Jumlah air yang digunakan untuk merebus jangan terlalu banyak cukup 2-2,5 liter air untuk 1 kg kedelai. Setelah mendidih, angkat kedelai dan rendam dalam air bersih, maksimum selama dua hari atau hingga air menjadi berlendir. Umumnya, perendaman dilakukan selama satu hari. Buang air rendaman dan cuci kedelai hingga bersih dan lendirnya hilang.
b.   Pembelahan biji dan pembuangan kulit pembelahan biji biasa dilakukan dengan cara sederhana. Masukkan biji kedelai ke dalam karung goni, lalu injak-injak hingga biji kedelai membelah. Rendam biji didalam air sambil diremes-remas sehingga kulitnya terlepas dan mengambang di permukaan air. Buang kulit biji tersebut.
Selain itu, proses pembelahan biji kedelai dapat dilakukan dengan mesin pembelah biji atau penggiling tipe cakram. Pada perusahaan pembuatan tempe sekala besar, mesin yang digunakan sudah dapat membelah biji sekaligus memisahkan kulit biji sehingga lebih praktis dan efisien.
c.   Pencucian dan perebusan biji tanpa kulit
cuci biji yang telah terlepas dari kulitnya hingga bersih dan lendirnya hilang. Pencucian dilakukan di bawah air yang mengalir. Setelah dicuci, rebus kembali hingga lunak atau selama 20-30 menit.
d.   Pemberian ragi tempe (inokulasi)
Taburkan ragi tempe yang telah dipersiapkan sebelumnya. Untuk 10 kg kedelai diperlukan ragi tempe sekitar 200 gram. Setiap jenis ragi yang dijual di pasaran memiliki kualitas yang berbeda-beda sehingga jumlah ragi yang digunakan sangat tergantung pada jenis raginya.
e.   Pembungkusan
Plastic yang akan digunakan untuk membunggkus sebaiknya ditusuk-tusuk terlebih dahulu menggunakan jarum sehingga terdapat lubang untuk sirkulasi udara. Bungkus biji kedelai yang telah diberi ragi (bakal tempe) dengan plastic atau daun pisang. Masukkan biji kedelai ke dalam plastic hingga cukup penuh, lalu tutup ujung plastiknya dan pipihkan isinya hingga ketebalan 1,5-2 cm. masing-masing pengrajin biasanya memiliki cara membungkus yang berbeda-beda dengan berbagai bentuk dan ukuran.
f .   Fermentasi
      Fermentasi dilakukan dengan meletakkan bakal tempe di rak kayu atau bamboo. Proses fermentasi dilakukan sekitar 1,5-2 hari atau hingga tempe siap olah. Namun, pengrajin tempe hanya memfermentasikan selama satu hari sehingga tempe yang dihasilkan masih setengah jadi (tempe mondol). Pasalnya, konsumen atau pembeli masih dapat menyimpan hingga keesokan harinya.



BAB IV
    PEMBAHASAN

4.1 Cara Membuat Tempe
A. Persiapan alat dan bahan
Beberapa alat yang dibutuhkan dalam pembuatan tempe adalah sebagai berikut: kompor, panic, tampah, keranjang, ember, baskom, daun pisang atau plastik. Dan bahan yang digunakan yaitu: kedelai, ragi tempe, dan air.
B. Cara membuat tempe
a.         Perebusan dan perendaman
Rebus kedelai hingga mendidih. Jumlah air yang digunakan untuk merebus jangan terlalu banyak cukup 2-2,5 liter air untuk 1 kg kedelai. Setelah mendidih, angkat kedelai dan rendam dalam air bersih, maksimum selama dua hari atau hingga air menjadi berlendir. Umumnya, perendaman dilakukan selama satu hari. Buang air rendaman dan cuci kedelai hingga bersih dan lendirnya hilang.
b.         Pembelahan biji dan pembuangan kulit
pembelahan biji bias dilakukan dengan cara sederhana. Masukkan biji kedelai ke dalam karung goni, lalu injak-injak hingga biji kedelai membelah. Rendam biji didalam air sambil diremes-remas sehingga kulitnya terlepas dan mengambang di permukaan air. Buang kulit biji tersebut.
Selain itu, proses pembelahan biji kedelai dapat dilakukan dengan mesin pembelah biji atau penggiling tipe cakram. Pada perusahaan pembuatan tempe sekala besar, mesin yang digunakan sudah dapat membelah biji sekaligus memisahkan kulit biji sehingga lebih praktis dan efisien.

c. Pencucian dan perebusan biji tanpa kulit
Cuci biji yang telah terlepas dari kulitnya hingga bersih dan lendirnya hilang. Pencucian dilakukan di bawah air yang mengalir. Setelah dicuci, rebus kembali hingga lunak atau selama 20-30 menit.
d. Pemberian ragi tempe (inokulasi)
Taburkan ragi tempe yang telah dipersiapkan sebelumnya. Untuk 10 kg kedelai diperlukan ragi tempe sekitar 200 gram. Setiap jenis ragi yang dijual di pasaran memiliki kualitas yang berbeda-beda sehingga jumlah ragi yang digunakan sangat tergantung pada jenis raginya.
e. Pembungkusan
Plastic yang akan digunakan untuk membunggkus sebaiknya ditusuk-tusuk terlebih dahulu menggunakan jarum sehingga terdapat lubang untuk sirkulasi udara. Bungkus biji kedelai yang telah diberi ragi (bakal tempe) dengan plastic atau daun pisang. Masukkan biji kedelai ke dalam plastic hingga cukup penuh, lalu tutup ujung plastiknya dan pipihkan isinya hingga ketebalan 1,5-2 cm. masing-masing pengrajin biasanya memiliki cara membungkus yang berbeda-beda dengan berbagai bentuk dan ukuran.
f . Fermentasi
                  Fermentasi dilakukan dengan meletakkan bakal tempe di rak kayu atau bambu. Proses fermentasi dilakukan sekitar 1,5-2 hari atau hingga tempe siap olah.
 Namun, pengrajin tempe hanya memfermentasikan selama satu hari sehingga tempe yang dihasilkan masih setengah jadi (tempe mondol). Pasalnya, konsumen atau pembeli masih dapat menyimpan hingga keesokan harinya.
     


4.2  Kesulitan dalam Proses Pembuatan
                  Kesulitan yang kami alami pada saat proses pembutan tempe yaitu : saat proses kedelai menjadi tempe kita membutuhkan tempat yang lembab dan hangat agar jamur dapat tumbuh dengan baik. Tapi, apabila tempat yang digunakan kurang lembab maka tempe yang dihasilkan pun tidak bagus atau rusak karena jamur tidak tumbuh dengan baik. Dan kesulitan lain yaitu terkadang pengusaha tempe kesulitan mendapatkan kedelai karena harga jual kedelai yang tidak menentu.
4.3  Kandungan dan Khasiat Tempe
Asam Lemak
Selama proses fermentasi tempe, terdapat tendensi adanya peningkatan derajat ketidakjenuhan terhadap lemak. Dengan demikian, asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids, PUFA) meningkat jumlahnya.
Asam lemak tidak jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh.

Vitamin
Dua kelompok vitamin terdapat pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A, D, E, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asampantotenat, asamnikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin).

Vitamin B12 umumnya terdapat pada produk-produk hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian), namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati..
 Vitamin ini tidak diproduksi oleh kapang tempe, tetapi oleh bakteri kontaminan seperti Klebsiellapneumoniae dan Citrobacterfreundii.
Kadar vitamin B12 dalam tempe berkisar antara 1,5sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 seseorang per hari. Dengan adanya vitamin B12 pada tempe, para vegetarian tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12, sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya.

Mineral
Tempe mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral besi, tembaga, danzink berturut-turut adalah 9,39; 2,87; dan 8,05 mg setiap 100 g tempe.
Kapang tempe dapat menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium, danzink) menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh.

Antioksidan
Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas.
Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dangenistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcusluteus dan Coreyne bacterium.
Penuaan (aging) dapat dihambat bila dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup. Karena tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, konsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini.
Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, AmerikaSerikat, menemukan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe dapat mencegah kanker prostat dan payudara.
a.       Protein yang terdapat dalam tempe sangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare.
b.      Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan sehingga                                                                   menurunkan tekanan darah.
c.       Mengandung superoksida desmutase yang dapat mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung.
d.      Penanggulangan anemia. Anemia ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin karena kurang tersedianya zat besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), protein, asam folat dan vitamin B12, di mana unsur-unsur tersebut terkandung dalam tempe.
e.       Anti infeksi. Hasil survey menunjukkan bahwa tempe mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi oleh karang tempe (R. Oligosporus) merupakan antibiotika yang bermanfaat meminimalkan kejadian infeksi.
f.       Daya hipokolesterol. Kandungan asam lemak jenuh ganda pada tempe bersifat dapat menurunkan kadar kolesterol.
g.      Memiliki sifat anti oksidan, menolak kanker.
h.      Mencegah masalah gizi ganda (akibat kekurangan dan kelebihan gizi) beserta berbagai penyakit yang menyertainya, baik infeksi maupun degeneratif(aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker).
i.        Kandungan kalsiumnya yang tinggi, tempe dapat mencegah osteoporosis.
j.        Mencegah timbulnya hipertensi.
k.      Menghambat proses penua














BAB V
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
                Berdasarkan hasil penelitian yang kami lakukan kami akhirnya menyimpulkan bahwa tempe adalah makanan khas masyarakat Indonesia. Kata "tempe" diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Pada zaman Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Tempe segar yang juga berwarna putih terlihat memiliki kesamaan dengan makanan tumpi  tersebut.
Tempe merupakan makanan dari hasil fermentasi antara kedelai dengan jamur Rhizopus Oligosporus . Selain harga tempe yang murah dan proses pembuatannya yang tidak terlalu sulit, sepotong tempe mengandung berbagai unsur bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidzein, genisten serta memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti kadar vitamin B2, vitamin B12, niasin, dan asam pantorenat.
Dikarenakan manfaat dan harga jual tempe yang terjangkau bagi masyarakat sehingga kalangan masyarakat menengah kebawah maupun atas dapat mengkonsumsinya dengan mudah. Tempe juga sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia) sehingga biasa disebut sebagai makanan semua umur.






                                                                                                                                   
4.2 Saran
                Berdasarkan hasil penelitian yang kami dapatkan, kami memberikan saran kepada pembaca untuk mengkonsumsi tempe karena banyaknya zat-zat yang terkandung pada tempe dan manfaatnya yang sangat baik untuk tubuh manusia. Dibandingkan dengan makanan-makanan siap saji seperti burger, spagetti, bakso dll, tempe sangat jauh lebih baik. Karena pada makanan siap saji kebanyakan mengandung lemak jenuh yang sulit dicerna oleh tubuh dan banyak mengandung penyedap rasa yang tidak baik bagi tubuh manusia. Terakhir yang perlu Anda perhatikan, agar semua nutrisi tempe dapat bermanfaat dan berkhasiat bagi tubuh, maka masaklah tempe dengan cara direbus, dibacem, disemur atau sebagai campuran sayur sup. Jika tempe dimasak dengan digoreng maka akan menghilangkan berbagai kandungan nutrisi bermanfaat dan berkhasiat diatas.

0 komentar:

Posting Komentar